La Liga Didenda RP 4 Milyar, Setelah Sadap Pengguna Telepon Pintar

Oleh : adminqueen | Pada June 13th, 2019

Sebuah tindakan kontroversial yang dilakukan penyelenggara kompetisi kasta tertinggi sepakbola Spanyol, yakni La Liga telah membuat mereka menerima sanksi denda mencapai 250 ribu euro atau setara dengan 4 milyar Rupiah. Hal ini sendiri terjadi setelah pihak kompetisi La Liga ketahuan melakukan tindakan penyadapan telepon terhadap publik Spanyol.

Kabar nya pihak La Liga telah menerima laporan terkait aksi penyadapan melalui sebuah aplikasi resmi yang bisa diunduh oleh telepon pintar. Menurut dari laporan Givemesport, pihak La Liga bisa dengan mudah mendengarkan pembicaraan bahkan sampai mendapatkan lokasi dari para pengguna aplikasi tersebut.

Hal ini dilakukan pihak La Liga agar bisa mendapatkan data tempat yang mempertontonkan pertandingan melalui situs resmi ilegal. Pihak kompetisi La Liga sendiri mengalami kerugian besar per tahun nya karena stearming ilegal tersebut.

Sementara hal yang dilakukan pihak kompetisi La Liga akhir diketahui oleh Spanish Data Protection Agency (AEPD) dan langsung memberikan proses hukum. AEPD langsung memberikan hukuman berupa denda sebesar 250 ribu euro dan meminta pihak La Liga untuk segera menutup aplikasi resminya per tanggal 30 Juni nanti.

Pihak La Liga sendiri, keberatan dengan keputusan tersebut. Pasalnya apa yang mereka lakukan sebenarnya untuk bisa memerangi pembajakan yang telah memberi kerugian besar terhadap industri penyiaran, dan pihak mereka mengklaim bahwa mereka hanya mendengarkan percakapan publik dan tidak merekam pembicaraan apapun dari aplikasi tersebut.

“La Liga sangat menolak dengan interpretasi yang dilakukan AEPD. Pihak mereka sama sekali tidak berusaha untuk memahami kami, dan bagaimana teknologi ini berfungsi,”ungkap pernyataan resmi pihak La Liga.

Terkait hukuman ini, pihak La Liga tidak tinggal diam menerima hal ini. Melalui pernyataan resmi pun, pihak kompetisi sepakbola kasta tertinggi Liga Spanyol ini bakalan mengajukan banding dalam kurun waktu secepatnya.

“Tentunya pihak La Liga akan segera mengajukan banding atas keputusan di pengadilan untuk membuktikan bahwa kami telah bertindak sesuai dengan peraturan perlindungan data,” tegas pernyataan La Liga.

Walaupun akan mengajukan banding hukum, tetapi pihak La Liga akan melakukan perubahan terhadap aplikasinya. Salah satunya dengan menghapus fitur mikrofon, fitur ini menjadi awal mula permasalahan tersebut.

“Kami akan terus melakukan uji coba dan menerapkan teknologi baru untuk meningkatkan pengalaman para penggemar di seluruh dunia, dan di saat yang bersamaan, turut memerangi pembajakan,” tegasnya.